Kebutuhan, Kelangkaan, Biaya Peluang,Masalah Pokok Ekonomi, dan Sistem Ekonomi

Bacalah !

Download Software Full Version (password : blog6969blog.blogspot.com)

Kebutuhan, Kelangkaan, Biaya Peluang,Masalah Pokok Ekonomi, dan Sistem Ekonomi


Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner


Peta Kebutuhan

1. Pengertian Kebutuhan

Untuk dapat bertahan hidup, manusia harus memenuhi segala macam kebutuhannya. Kebutuhan manusia ini dapat berupa barang dan jasa. Barang adalah sesuatu yang berwujud (tangible), seperti makanan, minuman, pakaian, dan perumahan. Adapun jasa adalah sesuatu yang tidak berwujud (intangible), seperti pendidikan, kesehatan, hiburan, dan rekreasi. Kebutuhan manusia akan barang dan jasa, dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan.
Faktor-faktor yang memengaruhi berkembangnya kebutuhan manusia di antaranya sebagai berikut.
  • Sifat manusia tidak pernah merasa puas dengan apa yang telah mereka peroleh dan mereka miliki. 
  • Adanya pertumbuhan penduduk dunia yang tinggi, yaitu rata-rata 2,1 juta jiwa per detik atau sekitar 65 juta orang per tahun.
  • Kebutuhan manusia sifatnya tidak terbatas, sedangkan sumber daya untuk menghasilkan semua barang dan jasa yang dibutuhkan manusia sifatnya terbatas. Keadaan  seperti inilah yang disebut  kelangkaan (scarcity).

Adanya keterbatasan sumber daya yang tersedia menyebabkan manusia dihadapkan pada pilihan-pilihan yang bersifat individu maupun kolektif. Pilihan yang bersifat individu, misalnya Anda sebagai pelajar dihadapkan pada pilihan untuk membeli buku pelajaran atau pakaian. Adapun pilihan kolektif, misalnya membangun jembatan atau memperbaiki selokan.

2. Macam-Macam Kebutuhan
Kebutuhan manusia dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut.
a.  Kebutuhan Berdasarkan Intensitas Kegunaanya
1)   Kebutuhan Primer atau Kebutuhan Dasar
      Manusia harus memenuhi kebutuhan dasarnya, seperti makanan, pakaian,
      dan perumahan (sandang, pangan, dan papan) untuk mempertahankan
      kelangsungan hidupnya.
2)  Kebutuhan Sekunder atau Kebutuhan Pelengkap
      (Kebutuhan Kultural)
      Pemenuhan kebutuhan ini sejalan dengan tingkat kebudayaan (culture)
      masyarakat tempat seseorang hidup atau bertempat tinggal. 
      Misalnya,kebutuhan masyarakat di daerah Lembah Baliem Papua akan
      berbeda dengan masyarakat di Kota Surabaya.
3)  Kebutuhan Tersier atau Kebutuhan Luks (Kebutuhan Mewah)
      Kebutuhan tersier adalah kebutuhan yang hanya dapat dipenuhi oleh
      sebagian kecil masyarakat yang memiliki ekonomi biaya tinggi atau orang-
      orang kaya.


b.  Kebutuhan Berdasarkan Sifatnya
1)   Kebutuhan Jasmani atau Kebutuhan Badaniah 
      Kebutuhan jasmani adalah kebutuhan yang dirasakan oleh unsur jasmani 
      manusia terhadap barang dan jasa.
2)  Kebutuhan Rohani
      Kebutuhan rohani adalah kebutuhan yang berkenaan dengan rohani.
      Misalnya, jika seseorang dalam keadaan stress (tekanan jiwa) berat, ia butuh
      psikiater atau psikolog. Untuk menentramkan jiwa dan rohani manusia
      butuh beribadah menurut keyakinan agamanya masing-masing.

c.  Kebutuhan Berdasarkan Waktu Pemenuhan

1)  Kebutuhan Sekarang
      Kebutuhan sekarang adalah kebutuhan yang harus dipenuhi pada waktu 
      sekarang dan sifatnya tidak dapat ditunda. Misalnya, bagi pelajar kebutuhan 
      akan seragam sekolah, sepatu, buku-buku pelajaran, dan alat-alat tulis 
      merupakan kebutuhan waktu sekarang.
2)  Kebutuhan Waktu yang Akan Datang
      Kebutuhan yang persiapannya dilakukan pada waktu sebelumnya untuk 
      digunakan pada waktu yang akan datang. Contohnya, seseorang menabung 
      untuk memenuhi kebutuhan membangun rumah atau untuk biaya pendidikan 
      anak-anaknya.

d.  Kebutuhan Berdasarkan Subjek
1)  Kebutuhan Perorangan/Individu 
      Kebutuhan perorangan adalah kebutuhan yang pemuasannya ditujukan bagi
      kepentingan individu yang bersangkutan. Contohnya, kebutuhan akan obat
      jantung bagi penderita penyakit jantung dan kebutuhan buku-buku pelajaran 
      bagi pelajar.
2) Kebutuhan Kelompok/Masyarakat
      Kebutuhan kelompok adalah kebutuhan yang pemuasannya ditujukan bagi
      kepentingan bersama (kelompok). Misalnya, pasar digunakan untuk berjualan
      maupun berbelanja dan rumah sakit digunakan sebagai tempat berobat oleh
      masyarakat.

3.  Barang dan Jasa Pemuas Kebutuhan
Barang adalah benda-benda yang berwujud, yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya atau untuk menghasilkan benda lain yang akan memenuhi kebutuhan masyarakat. Contoh barang-barang yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat adalah beras, pakaian, dan buku. Adapun contoh barang yang akan digunakan untuk menghasilkan barang lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat adalah mesin-mesin, peralatan, dan bangunan pabrik. Barang-barang tersebut merupakan contoh barang berwujud. Di samping itu pula ada barang yang tidak berwujud seperti udara dan sinar matahari.

a.  Berdasarkan Cara Memperolehnya
1)   Barang Ekonomi (Economic Goods)
      Barang ekonomi adalah barang pemuas kebutuhan  yang untuk 
      memperolehnya diperlukan pengorbanan sumber daya ekonomi, contohnya, 
      baju, minuman, dan      pakaian. Barang ekonomi dapat dibedakan lagi 
      menjadi barang konsumsi dan barang produksi. Barang konsumsi adalah 
      barang-barang yang secara langsung digunakan untuk memenuhi kebutuhan     
      manusia baik yang tahan lama seperti rumah, tanah, dan kendaraan, maupun
      yang tidak tahan lama seperti minuman dan makanan. Adapun barang 
      produksi adalah barang yang secara tidak langsung digunakan untuk 
      memenuhi kebutuhan manusia karena harus mengalami beberapa proses 
      produksi, misalnya, benang menjadi kain.
2)  Barang Bebas (Free Goods)
      Barang bebas adalah barang pemuas kebutuhan yang untuk memperolehnya 
      tidak diperlukan pengorbanan sumber daya ekonomi. Oleh karena itu barang 
      bebas tidak memiliki “harga”. Contohnya, udara, sinar matahari, air di daerah 
      pedesaan, dan air laut di daerah pantai.

b.  Berdasarkan Kegunaan dalam Hubungannya dengan
      Barang Lain
      Berdasarkan kegunaan dalam hubungannya dengan barang lain, barang dan
      jasa pemuas kebutuhan dibedakan menjadi barang substitusi 
      (menggantikan)  dan barang komplementer (melengkapi).
1)  Barang Substitusi 
      Barang yang memiliki kegunaan untuk menggantikan barang lain.
      Misalnya, kopi dapat digantikan teh untuk minum dan pena dapat digantikan
      pensil untuk menulis.
2)  Barang Komplementer
      Barang komplementer adalah barang yang memiliki kegunaan untuk
      melengkapi barang lain. Barang tersebut akan bermanfaat dalam memenuhi 
      kebutuhan manusia, jika digunakan secara bersama-sama.
      Contohnya teh dengan gula, CPU komputer dengan monitor, dan sepatu 
      dengan kaos kaki.
   
c.  Berdasarkan Proses Produksinya
1)  Barang Mentah
      Barang yang belum mengalami proses produksi (pengolahan).
      Contohnya rotan, kayu, padi, dan tembakau.
2)  Barang Setengah Jadi
      Barang yang sudah mengalami proses produksi, tetapi belum dapat digunakan
      untuk memenuhi kebutuhan manusia secara sempurna. Contohnya, benang, 
      semen, dan kulit.
3)  Barang Jadi
      Barang dan jasa pemuas kebutuhan manusia yang sudah mengalami proses 
      produksi secara tuntas atau sempurna dan dapat digunakan untuk memenuhi
      kebutuhan. Contohnya, pakaian, sepatu, kursi, dan lemari.

d. Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Kebutuhan
1) Wilayah
     Keadaan wilayah berkaitan dengan kondisi alam di berbagai daerah. Perbedaan
     kondisi alam di berbagai daerah menyebabkan perbedaan kebutuhan. Manusia
     akan membutuhkan arang dan jasa sesuai dengan kondisi wilayah di mana ia
     berada (bertempat tinggal).
2) Peradaban
     Kebutuhan manusia akan semakin beragam, jika peradab-annya semakin tinggi. 
     Perkembangan peradaban akan membawa pengaruh pada kebutuhan hidup
     manusia.
3) Agama
      Bermacam-macam agama yang ada, mengakibatkan timbulnya perbedaan
      kebutuhan.
4) Adat Istiadat
      Perbedaan kebutuhan juga dipengaruhi oleh adat istiadat daerah yang
      bersangkutan.

e. Alat Pemuas Kebutuhan
Alat-alat pemuas kebutuhan seperti peralatan rumah tangga, sepatu, sepeda, pakaian, yang kita butuhkan dalam ilmu ekonomi disebut barang, sedangkan pelayanan listrik, telepon, guru juga dapat memuaskan kebutuhan kita yang sering disebut jasa.
1)  Benda Bebas diperoleh tanpa pengorbanan.
      Selain itu ada barang yang jumlahnya melimpah seperti sinar matahari di
      daerah tropis, udara bersih di daerah pegunungan.
2) Benda Ekonomi diperoleh dengan pengorbanan.
      Dalam kehidupan sehari-hari barang dan jasa sebagai alat pemuas kebutuhan
      jumlahnya terbatas, sehingga untuk memperolehnya kita harus mengeluarkan
      pengorbanan (waktu, biaya atau tenaga). Barang yang demikian ini disebut
      barang ekonomi.
3) Benda Illith
      Benda illith adalah benda pemuas kebutuhan yang jumlahnya sangat
      berlimpah, sehingga cenderung merugikan kehidupan manusia. Dikatakan
      menjadi benda illith apabila jumlahnya sangat banyak dan akan menyebabkan
      banjir sehingga dapat membahayakan hidup manusia.


Benda Menurut Tujuan Penggunaannya
1)  Benda Konsumsi
      Benda konsumsi adalah benda siap pakai yang langsung dapat digunakan tanpa
      melalui proses pengolahan lagi. Dengan kata lain, benda yang langsung dapat
      digunakan untuk memuaskan (memenuhi) kebutuhan. Contohnya, sepeda
      motor, sepatu, minuman, minyak tanah, dan lain-lain.
2) Benda Produksi
      Benda produksi adalah benda yang digunakan dalam proses produksi untuk
      menghasilkan benda lain (baru).

Kegunaan Barang (Utility)
Setiap barang mempunyai nilai guna atau manfaat tersendiri atau sering juga disebut utilitas.Nilai guna suatu barang dapat ditingkatkan tidak saja karena diubah dari bahan mentah menjadi barang setengah jadi, dan kemudian diubah lagi menjadi barang jadi, tetapi setelah menjadi barang jadi pun nilai gunanya dapat terus ditingkatkan.

Kegunaan barang umumnya dapat digolongkan sebagai berikut.
1)  Kegunaan Bahan dasar (Elementary utility)
      Kegunaan bahan dasar berarti suatu barang dirasakan kegunaannya karena
      memiliki bahan dasar tertentu. Misalnya, pasir kuarsa ber guna karena
      mengandung bahan dasar untuk pembuatan kaca.
2) Kegunaan Bentuk (Form utility)
      Kegunaan bentuk berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi karena
      perubahan bentuknya. Misalnya, kegunaan sebatang kayu akan meningkat
      setelah diubah bentuknya menjadi kursi.
3) Kegunaan Waktu  (Time utility)
      Kegunaan waktu berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika
      digunakan pada waktu yang tepat. Misalnya, jas hujan dan payung berguna
      pada saat musim hujan.
4) Kegunaan Tempat (Place utility)
      Kegunaan tempat berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika   
      berada pada tempat yang tepat. Misalnya, perahu berguna ketika berada di 
      lautan.
5) Kegunaan Kepemilikan (Ownership utility)
      Kegunaan kepemilikan berarti peningkatan nilai guna suatu barang terjadi jika
      berada pada pemilik yang tepat. Misalnya, jala lebih berguna bagi seorang
      nelayan daripada bagi seorang dokter.


Disajikan : Dari Bebagai Sumber.